Meilisa Ika Safitri Pembina paskibra SMANSA mengungkapkan bahwa
kegiatan pbb ini sangat bermanfaat sekali untuk meningkatkan rasa
persaudaraan,kekompakkan di antara siswa.Khususnya bagi siswa baru di
SMAN 1 ini .Disini siswa dituntut untuk disiplin tinggi, kekompakkan,
kebersamaan, dan kerja keras. Akan tetapi guru-gurunya pun juga harus
disiplin saat dituntut untuk disiplin dan kerja keras.Menurut guru
bahasa inggris yang kerap disapa miss Mei ini cara untuk memotivasi
siswa agar mengikuti kegiatan PBB ini sama seperti memotivasi diri saya
sendiri,seperti menjadi bagian atau Pembina dari kegiatan PBB
ini.Pertama,Memberikan support kepada siswa tujuan dari PBB ini adalah
untuk membawa nama baik sekolah.Dan yang kedua,memberi support kepada
siswa tidak harus dengan kata-kata yang keras.Sometimes boleh.Tapi,kita
harus banyak memotivasi mereka lebih dari yang sebelumnya dengan cara
membuat lelucon atau apa yang membuat mereka santai atau tidak tegang.
Selain itu dalam bincang-bincangnya Miss Mei juga berbagi tips
mempertahankan gelar juara PBB yang pertama adalah kerjasama antar siswa
dengan orang tua dan juga pihak sekolah.Karena,kebanyakan siswa yang
baru,tidak hanya tahun kalian saja,tahun-tahun sebelumnya juga sama
seperti kalian,banyak orang tua yang kaget dengan kegiatan anaknya yang
sangat di press.Akan tetapi lama-kelamaan mereka sudah mengerti dan bias
memakluminya.Bukannya kami menyiksa atau menyibukkan jadwal
siswa,tetapi dengan hal ini,siswa sudah terbiasa bekerja keras untuk
bekal dikehidupannya dikemudian hari. Kedepannya Miss Mei berharap untuk
di PBB sendiri,untuk tahun-tahun berikutnya,kita mempunyai cerminan
kalau missalnya tahun ini seperti ini,maka tahun depan ada yang lebih
bagus dari ini.Jadi kita harus punya strategi bagaimana cara meyakinkan
orang tua dan meyakinkan siswa untuk mau menyadarkan dirinya sendiri
untuk mau bertanggung jawab dan memiliki disiplin agar PBB ini
dikemudian hari.Jadi,lebih baik dari pada sekarang dan mendapat
juara.
Reporter: Bella Tesalonika ( Xd ) dan Isfahani Rabuadi ( Xb )
Jumat, 22 Februari 2013
Pelangi Ramadhan di SMANSA
Dalam menghadapi bulan penuh berkah ini, SMAN 1 SUNGAILIAT disibukan
dengan beberapa agenda dalam mengisi ramadhan setiap tahunnya. Hj.
Nurlela atau yang lebih akrab dengan panggilan bunda sekaligus Pembina
ROHIS SMAN 1 mengungkapkan bahwa setiap menghadapi bulan Ramadhan, Rohis
mengadakan Pelangi Ramadhan yang diawali dengan pawai ta’aruf antara anggota rohis yang lama dan yang baru (19/7/2012).
Beberapa agenda yang dilaksanakan selama bulan ramadhan ini di SMANSA yaitu , Pertama ada Sanlat yang diikuti oleh anak kelas 10 yang dilaksanakan mulai dari tanggal 20 s.d. 22 juli 2012. Kegiatan sanlat ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan disetiap tahun, dan pada tahun ini 190 siswa dinyatakan lulus Sanlat. Agenda yang kedua yaitu: Tausiah jum’at pagi mulai dari pukul 07.00 s.d. 08.00, yang menghadirkan beberapa penceramah yang ada di Kabupaten Bangka. Dalam kegiatan tausiah yang dihadiri oleh seluruh keluarga besar SMANSA ini, sebelum diisi oleh kegiatan ceramah agama, acara yang pertama yaitu pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an oleh siswa kelas X, yang dilanjutkan dengan penampilan ekskul musikalisasi puisi.
Agenda yang ketiga Tadarus bersama setiap senin pagi mulai pukul 07.00 s.d. 08.00. Dalam kegiatan taddarus bersama ini, setiap siswa dipandu oleh anak-anak rohis di kelasnya masing-masing, sedangkan kepala sekolah bersama guru beserta staf TU membaca yasin di mushola dengan dipandu oleh guru agama (Bapak Zarzaji). Agenda yang keempat yaitu kegiatan buka bersama, baik buka bersama yang dihadiri oleh setiap siswa bersama wali kelasnya, maupun acara buka bersama yang dilakukan oleh seluruh keluarga besar SMANSA (10/8/2012). Untuk acara buka bersama yang dilakukan oleh siswa bersama wali kelasnya, mulai dari kelas X s.d. kelas XII dibagi menjadi beberapa kelompok, dengan pelaksanaanya setiap rabu dan jum’at malam.
Agenda yang kelima, yaitu peringatan Nuzulul Qur’an (10/8/2012), yang merupakan acara puncak pada kegiatan ramadhan di SMANSA ini. Acara ini diisi dengan kegiatan Bazar dan Lomba Da’i antar kelas. Agenda yang terakhir di bulan Ramadhan tahun ini adalah kegiatan bakti sosial yang dilakukan oleh siswa/i yang terlibat dalam ekskul rohis (11/8/2012). Bakti sosial ini berbentuk penyerahan bantuan berupa parsel lebaran, yang merupakan bentuk keperdulian siswa/i kelas X dengan menggalang dana melalui Rohis. Lokasi kegiatan bakti sosial ini dilakukan di desa Puding besar. (Tim).
Beberapa agenda yang dilaksanakan selama bulan ramadhan ini di SMANSA yaitu , Pertama ada Sanlat yang diikuti oleh anak kelas 10 yang dilaksanakan mulai dari tanggal 20 s.d. 22 juli 2012. Kegiatan sanlat ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan disetiap tahun, dan pada tahun ini 190 siswa dinyatakan lulus Sanlat. Agenda yang kedua yaitu: Tausiah jum’at pagi mulai dari pukul 07.00 s.d. 08.00, yang menghadirkan beberapa penceramah yang ada di Kabupaten Bangka. Dalam kegiatan tausiah yang dihadiri oleh seluruh keluarga besar SMANSA ini, sebelum diisi oleh kegiatan ceramah agama, acara yang pertama yaitu pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an oleh siswa kelas X, yang dilanjutkan dengan penampilan ekskul musikalisasi puisi.
Agenda yang ketiga Tadarus bersama setiap senin pagi mulai pukul 07.00 s.d. 08.00. Dalam kegiatan taddarus bersama ini, setiap siswa dipandu oleh anak-anak rohis di kelasnya masing-masing, sedangkan kepala sekolah bersama guru beserta staf TU membaca yasin di mushola dengan dipandu oleh guru agama (Bapak Zarzaji). Agenda yang keempat yaitu kegiatan buka bersama, baik buka bersama yang dihadiri oleh setiap siswa bersama wali kelasnya, maupun acara buka bersama yang dilakukan oleh seluruh keluarga besar SMANSA (10/8/2012). Untuk acara buka bersama yang dilakukan oleh siswa bersama wali kelasnya, mulai dari kelas X s.d. kelas XII dibagi menjadi beberapa kelompok, dengan pelaksanaanya setiap rabu dan jum’at malam.
Agenda yang kelima, yaitu peringatan Nuzulul Qur’an (10/8/2012), yang merupakan acara puncak pada kegiatan ramadhan di SMANSA ini. Acara ini diisi dengan kegiatan Bazar dan Lomba Da’i antar kelas. Agenda yang terakhir di bulan Ramadhan tahun ini adalah kegiatan bakti sosial yang dilakukan oleh siswa/i yang terlibat dalam ekskul rohis (11/8/2012). Bakti sosial ini berbentuk penyerahan bantuan berupa parsel lebaran, yang merupakan bentuk keperdulian siswa/i kelas X dengan menggalang dana melalui Rohis. Lokasi kegiatan bakti sosial ini dilakukan di desa Puding besar. (Tim).
Keajaiban Ramadhan
Karya : Chantika Egysta
Kelas : XG
Ramadhan. . .
Kembali menghiasi hari dan mengharumi bumi.
Lantunan dzikir ciptakan kasih, gemercik tadarus damaikan diri.
Pasrahkan hati dalam doa nan lirih,mengarungi kesunyian nafsu.
Tak sebatas lapar dahaga,tapi berdiskusi dengan sang pencipta.
Ramadhan. . .
Bulan penuh dengan keberkahan, bulan untuk mensucikan diri dari segala dosa.
Sujud dan Rintihan meminta ampunan kepada sang Khaliq.
Berlomba-lomba untuk mendapat pahala yang berlimpah,
Hingga hari kemenangan tiba.
Ramadhan. . .
Kan selalu dirindukan,bulan dengan tebaran pengampunan,
Dengan sejuta kebaikan dan keajaiban lailatul qadar. .
Ramadhan laksana rahasia. . .
Tak ada di bulan lainnya,rasakan tiap detiknya.
Jangan ada yang sia-sia tuk dapatkan Ridho Allah.
Ramadhan Datang dan Usai
Nama : Dewi Ratna Ulfa
Kelas :XC
Bila ramadhan datang
Syair-syair merdu terdengar
Serangkai niat dan doa terucap
Menyambut bulan ramadhan yang indah
Bila ramadhan datang
Bersihkan hati dari segala dengki
Sucikan jiwa dari segala prasangka
Bersihkan raga dari segala dosa
Bila ramadhan usai
Tangisan haru menyelimuti penyesalan lalu
Mengucap syukur atas segala rezeki yang diberi-Nya
Memohon ampun atas segala kesalahan yang diperbuat
Bila ramadhan usai
Hari kemenangan memanggil
Segudang harapan kembali menjemput insan
Sahur di Asrama
Karya : Elsa Sinthiya Anggraeni
Kelas : XG
“Sahurr..Sahurr…Sahur…Bangun..Bangun…” terdengar teriakan
yang menyuruh kami untuk bangun. Ini adalah puasa hari ketiga dan sahur
pertama ku di asrama. Memang sedikit agak tidak enak didengar, ya ! kata
“asrama”. Kalian tahu? Setelah aku lulus di Sekolah Menengah Pertama,
aku melanjutkan sekolah ku di Sekolah Menengah Atas unggulan di daerah
ku. Waw. Aku sangat bangga, karena aku dapat diterima di sekolah
unggulan ini. Tapi, ada yang tidak mengenakkan bagi anak manja seperti
ku, ya ! Kami harus menginap di asrama. Apa boleh buat? Jika setelah
beberapa hari aku menginap di asrama dan aku tidak tahan untuk hidup di
asrama dan memutuskan untuk pulang, orang tua ku harus membayar ganti
rugi uang asrama ku ini. Mengapa begitu? Karena semua biaya sekolah ku
ini GRATIIS..TIS…TIS… Oh iya, aku hampir lupa, aku harus bangun dan
bergegas untuk makan sahur.“Eh, Chika.. Bangun donk. Sahurrr…” teriakku sambil mengguncang-guncang badan Chika.
“Uuhh.. Males nih. Makanan sahur kita apa, Cha?” Tanya Chika sambil mengucek-ngucek matanya.
“Meneketehek. Emang nya aku juru masak disini. Toh inikan sahur pertama kita disini.” Jelas ku kepada Chika.
“Huh, ya udah. Ayo kita ke ruang makan. Sepertinya yang lain sudah ada disana.” Ajak Chika sambil menarik tangan ku.
Hoaaamm… Mataku masih mengantuk. Rasanya aku masih ingin membaringkan badan ku di tempat tidur. Tapi? Tidak mungkin. Ini bukan di rumah, tapi di asrama. Aku tidak menghabiskan makanan ku. Jujur saja, di asrama aku tidak selera makan. Mengapa? Masakannya beda dengan masakan punya ibu ku di rumah.
“Echa, makanannya kok tidak dihabiskan?” Tanya Cherlin kepada ku.
“Aku tidak selera makan.” Jawabku sambil memain-mainkan sendok dan garpu yang ada di tangan ku.
“Cha, kalo kamu makannya sedikit nanti kamu malah sakit.” Ucap Cherlin sambil menghabisakan makanannya.
“Tapi, Cher? Aku tidak suka makan ini. Aku mau masakan ibu ku.” Aku terisak menangis.
“Echa, kamu tidak boleh seperti itu. Ya inilah resiko kita menginap di asrama. Makanannya di habiskan ya?” Cherlin menghapus airmata ku.
Aku terdiam sejenak.
“Eum, baiklah.” Aku menghabiskan makananku.
“Nah, begitu donk. Ini baru Echa yang aku kenal dari SMP J”
Aku berjanji, aku harus menjadi anak yang mandiri, aku tidak boleh cengeng J.
“Echaaa…..” teriak Ghia meringis dihadapan ku.
“Lho kenapa?” Tanya ku heran.
“Aku tidak mau makan, aku mau nya makanan yang dimasak oleh ibu ku.” Ledek Ghia.
“Eeerrgghh.. Bilang saja kau meledekku kan? Heuh.. Sini kamu ! Aku gelitik nih..” ucap ku sambil mengejar Ghia.
“Hahahaha.. Ampunn..Ampuunn…” ucap Ghia sambil tertawa geli.
Kemerdekaan Ini Milik Kita
Kau yang berkibar
Diantara yang lainnya
Ku tak mau
Ku tak rela
Dibawah belenggu penjajahan
Ku tak sudi
Bersimbah darah kepasrahan
Ditangan sang penyelamat
Ku menghirup udara kebebasan
Terlepas dari peluru kesengsaraan
Apa makna kemerdekaan sesungguhnya?
Dimana bersembunyi para koruptor?
Mengapa narkoba ancaman bagi ku?
Wahai pemuda pemudi Indonesia
Teks proklamasi bukanlah puisi
Tekad sang proklamator bukanlah mimpi
Dimana hentakkan kaki mu?
Lanjutkan perjuangan ini
Kemerdekaan bukanlah dusta
Kemerdekaan ini milik kita
Langganan:
Postingan (Atom)